Terdengar Suara Nenek Dan Suamiku Di Dalam Bilik Mandi..Apa Yang Ku Lihat Amat Mengejutkan!

Share This:

 

 

Sebuah kisah yang telah dikongsikan di sebuah laman sosial ini menceritakan kisah suami dan seorang nenek yang tinggal serumah.

 

 

Kisah ini berawal dari kehidupan suamiku yang pada saat ia kecil ia tinggal seorang diri dan dirawat oleh neneknya seorang diri sampai ia besar.

 

 

Kehidupan nenek pun dengan susah payah membesarkan suamiku. Setelah kami menikah nenek pun tinggal serumah bersama kami.

 

Bagi nenek suamiku adalah segalanya buatnya segala kebutuhan suami akan disediakan oleh nenek mulai dari pakaian yang akan dipakai, makanan yang akan dimakan hingga semua detail barang sekecil apapun akan disiapkan oleh nenek.

 

Aku pun sempat merasa cemburu karena perlakuan nenek yang begitu ekstrim. Tapi aku akhirnya memahami kerana nenek menganggap suamiku sebagai segalanya buat dirinya, cuma suamiku saja keluarganya yang tersisa.

 

Aku cuma berharap kalau suamiku boleh menjadi lebih berdikari, tapi suamiku berkata: yah biarkan saja nenek melakukan apa yang ia suka.

 

Aku pun berpikir kalau yang dikatakan oleh suamiku ini masuk akal dan aku pun mengiyakannya.

 

Tapi pada satu hari di bulan april terjadi sesuatu yang aku sendiri tidak tahu harus bagaimana bereaksi.

 

Awal mula ceritanya pada hari itu aku mengira kalau suamiku masih belum pulang dari tugas dinasnya, sepulang dari kantor aku pun menyempatkan diri ke pasar untuk membeli bahan-bahan dan bergegas pulang ke rumah, namun aku melihat ada sepatu suamiku di depan pintu rumah.

 

Aku pun senang dan menyapa suamiku yang baru pulang dari dinasnya yang melelahkan, namun tidak ada balasan apa-apa yang aku dengar.

 

Akhirnya aku pun masuk kedalam rumah, dan terdengar “hua hua hua” suara air mengalir dari arah kamar mandi, dan terdengar suara nenek dan suamiku di dalam kamar mandi.

 

Pikiranku ku menjadi kacau dan aku pun bertanya-tanya ada apa ini?! Kenapa bisa ada kejadian seperti ini? Apa yang mereka lakukan? Barang-barang yang ada ditanganku pun terjatuh, dan nenek pun keluar dari kamar mandi setelah mendengar suara itu.

 

Dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya nenek pun berkata: “ah, kamu sudah pulang ya? Tadi Razak pulang kecapaian dan lupa membawa baju ganti yang bersih, jadi aku pun membawakannya kedalam, ya sudah aku masak nasi dulu yah”.

 

Aku dalam hati pun berkata “bagaimana mungkin aku punya selera makan setelah kejadian seperti ini”.

 

Setelah malam hari, aku pun mendekati suamiku dan bertanya kepadanya apa yang ia lakukan di siang hari tadi. Aku tahu suamiku adalah orang yang jujur dan ia tidak akan berbohong, ia pun menceritakan kejadian sebenarnya kepadaku.

 

Tapi setelah aku mendengarkan penjelasannya malah hatiku bukan membaik malah menjadi lebih kacau dari sebelumnya.

 

Ia berkata: “pada saat aku pulang kerumah badanku sangat lelah sekali, dan aku pun langsung mandi, tapi aku tidak bisa mengosok badanku, akhirnya aku meminta tolong kepada ibuku untuk mengosokan badanku”.

 

Lalu aku pun berkata dengan suara yang mulai meninggi : “kamu tahu sekarang berapa umurmu? Kamu sekarang uda orang dewasa! Kamu dalam keadaan telanjang meminta mamamu untuk mengosokan punggungmu? Kamu rasa itu benarkah?

 

Bagaimana kalau tetangga mengetahui apa yang kalian perbuat? Kamu ada memikirkan perasaanku ngak?”.

 

Suamiku pun membalas dengan suara yang juga meninggi: “memangnya kenapa? Dia itu ibuku e! Kami itu ibu dan anak, memangnya kenapa? Bukannya kita dari awal menikah sampai sekarang juga melakukan hal yang sama?

 

Apakah pada saat kamu kecil ayahmu tidak mengosokkan punggungmu? Kenapa pemikiranmu sepolos itu?”. Aku pun membalas: “polos?

 

Pada saat kecil itu hal yang normal, tapi kalau sekarang dengan usia seperti ini, itu bukanlah hal yang patut untuk dilakukan!”.

 

Akhirnya ia pun berkata : “tolong jangan pakai apa yang ada pikiranmu untuk merendahkan seseorang! Itu ibuku! Tunjukan rasa hormatmu yah!”.

 

Akhirnya aku pun menangis meninggalkan ruangan itu.

 

Tapi pada akhirnya suami datang meminta maaf dan nenek pun datang dan meminta maaf karena kasih sayang ia berikan kepada suamiku telah membuatku terluka secara tidak langsung.

 

Tapi aku sadar kalau sebenarnya nenek hanyalah bermaksud untuk membantu cucunya yang sudah dianggap anaknya sendiri.

 

Tapi aku tetapi merasa bahwa kejadian seperti bukanlah sesuatu yang pantas untuk dilakukan.

 

Apa pendapat anda jika anda di tempat isteri itu?

 

Bagaimanapun,kisah tersebut menjadi pengajaran,sebaiknya seorang suami perlu menjaga hati isteri dan perkara tersebut tidak sesuai kerana mereka sudah meningkat dewasa.

 

-PRU14.TV

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*